Back to newsroom

AIData Center

Menko Airlangga: AI, Semikonduktor, dan Talenta Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

ANTARA News

Oct 20, 2026 · 09:24 · 2 min read

Menko Airlangga: AI, Semikonduktor, dan Talenta Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), industri semikonduktor, dan pembangunan talenta digital harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika perekonomian global.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa Dewan Pers dan Pendidikan (DPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026 di Semarang, Jumat (9/10/2026).

“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru. Kita tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan,” kata Airlangga, dikutip ANTARA di Jakarta.

Menurutnya, transformasi digital menjadi peluang yang wajib dimanfaatkan untuk mengejar peningkatan produktivitas. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pengguna, melainkan harus naik kelas menjadi pengembang dan produsen nilai tambah digital.

Pengembangan ekosistem yang mengaitkan pusat data (data center), AI, semikonduktor, dan talenta digital pun disebut semakin menentukan daya saing industri nasional di masa mendatang.

Di sisi kerja sama internasional, pemerintah telah menjalin kolaborasi pengembangan teknologi semikonduktor dengan ARM Holdings dari Inggris. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan desain semikonduktor sekaligus menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri.

Indonesia juga tercatat sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah wadah kerja sama internasional yang mendorong pengembangan dan tata kelola AI secara global. Di tingkat kawasan, penguatan kerja sama juga dijalin melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN yang diharapkan memperluas integrasi ekonomi digital.

Soal penguatan kesiapan tenaga kerja, pemerintah menyiapkan sejumlah program. Antara lain pertukaran talenta teknologi dengan Singapura, pengembangan ekosistem usaha rintisan (startup) digital, insentif super tax deduction hingga 200 persen untuk kegiatan tertentu yang memenuhi ketentuan, serta program Digital Talent Scholarship.

Airlangga pun berpesan kepada para mahasiswa untuk menguasai teknologi digital. “Anak-anak muda ini menjadi digital literate dibandingkan dengan eyang dan buyut-buyutnya, jadi ini adalah the next economy yang harus kita kuasai. Kita mendorong artificial intelligence, semiconductor, dan talenta digital karena kebutuhan kerja akan berbeda dengan mereka yang bekerja di sektor industri padat karya dan di sektor industri padat modal,” ujarnya.

Langkah ini melengkapi upaya pemerintah lain, termasuk rencana investasi hilirisasi berbasis teknologi yang diproyeksikan mencapai Rp3.839 triliun hingga 2029, serta pemanfaatan AI untuk mendorong hilirisasi semakin berbasis teknologi.

More from the newsroom

CNBC Indonesia Oct 20, 2026 · 09:25

Telkomsel Luncurkan NextDev ke-12 dengan Tema AI-Powered Innovations: Cari Technopreneur Indonesia untuk Dikasih Pendampingan

ANTARA News Oct 20, 2026 · 09:24

Dari Nikel ke Chip: Wamenkomdigi Nezar Patria Tawarkan 'Jalan Mineral' agar Indonesia Jadi Pemain Utama Rantai Pasok AI Global

CNN Indonesia Oct 20, 2026 · 09:24

Dari Fiber hingga Compute: Telkom Tawarkan 'AI Stack' Terintegrasi agar Indonesia Tak Sekadar Jadi Pengguna AI

ANTARA News Oct 20, 2026 · 09:24

Bank Dunia Sarankan Indonesia Andalkan 'Small AI': Investasi Infrastruktur Digital dan Energi Jadi Kunci Melesat ke Peluang Ekonomi AI Global