Agility Luncurkan Robot Humanoid Digit 5 yang Bisa Bekerja Hingga 20 Jam Sehari di Samping Manusia

Perusahaan robotika dan kecerdasan buatan (AI) fisik Agility Robotics resmi meluncurkan robot humanoid generasi kelima, Digit 5, yang dirancang untuk bekerja berdampingan langsung dengan manusia di pabrik dan gudang. Produk anyar ini diklaim mampu bekerja hingga 20 jam setiap harinya, sebuah lompatan nyata menuju otomasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Menurut siaran resmi Agility, kuncinya ada pada kombinasi algoritma AI dan teknologi sensor yang memungkinkan robot mendeteksi keberadaan orang di sekitarnya, lalu mengambil tindakan yang tepat—menhindar, berhenti, atau bahkan duduk. Digit 5 juga dapat membaca isyarat visual dan audio serta merespons kebutuhan keselamatan yang muncul di area kerja yang sama dengan manusia.
Kapasitas Baterai Jadi Pembeda
Salah satu peningkatan paling signifikan datang dari sisi daya. Baterai Digit 5 disebut dapat beroperasi hingga 90 menit dengan waktu pengisian hanya 9 menit. Rasio penggunaan terhadap pengisian 10:1 itu jauh melampaui generasi sebelumnya, Digit 4, yang hanya mampu 2:1. Kapabilitas inilah yang memungkinkan robot berkapasitas angkat hingga 22,7 kilogram itu beroperasi lebih dari 20 jam dalam satu hari.
Secara spesifikasi, Digit 5 memiliki berat 129 kilogram dan tinggi 181 sentimeter—desain yang dipilih agar bisa menjangkau rak, melewati lorong, pintu, dan area kerja manusia. Ujung lengannya juga dapat diganti-ganti untuk menyesuaikan jenis pekerjaan, mulai dari membongkar palet, merawat mesin, mengemas dan mengorganisir produk, mengecek kualitas, hingga mempaletkan kembali barang untuk pengiriman.
Ditopang NVIDIA IGX Thor dan Halos
Agility menegaskan bahwa keamanan kerja bersama manusia menjadi prioritas. Digit 5 menggunakan modul komputasi NVIDIA IGX Thor serta kerangka kerja keselamatan Halos for Robotics, yang membantu robot bekerja sama lebih aman dengan tim manusia. Perusahaan juga menyebut data dari robot ini dilindungi dengan enkripsi end-to-end, kontrol akses yang ketat, dan pemrosesan data secara lokal.
Robot ini juga terintegrasi dengan cloud Agility Arc, yang menyediakan data operasional seperti waktu aktif, throughput, rata-rata waktu insiden, serta keterhubungan dengan sistem manajemen gudang dan manufaktur.
Jejak pengalaman sudah terbuktikan. Versi sebelumnya, Digit 4, tercatat beroperasi lebih dari 65 ribu jam kerja selama hampir tiga tahun di Amerika Utara, termasuk untuk perusahaan logistik GXO dan Amazon, serta produsen otomotif Toyota Motor Manufacturing Canada. Hingga Mei 2026, Agility mengaku telah menerima pesanan Digit 5 senilai lebih dari US$300 juta dari sektor manufaktur, pergudangan, dan logistik.
Digit 5 diperkirakan mulai dipasarkan pada 2027, namun untuk tahap awal hanya akan tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Inggris, dan Irlandia Utara.
Peluncuran ini semakin memperkuat tren adopsi AI fisik di dunia industri—sebuah arah yang juga relevan bagi ekosistem digital dan manufaktur di Indonesia yang kian menaruh perhatian pada otomasi yang aman dan produktif.
More from the newsroom
CNBC Indonesia Oct 6, 2026 · 09:49
Rata-rata Waktu Booking Dokter Gigi Dipangkas jadi 15 Detik: FDC Dental Clinic Andalkan Vertex AI dan Gemini
CNN Indonesia Oct 5, 2026 · 15:29
Jatuh dalam Dilema Keamanan, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra di Tengah Gelombang Regulasi AI
ANTARA News Oct 6, 2026 · 09:49
Pemerintah Gerak Cepat: Energi Hijau dan Infrastruktur Digital Jadi Mesin Ganda Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
CNBC Indonesia Oct 5, 2026 · 15:29