Back to newsroom

AIService

Rata-rata Waktu Booking Dokter Gigi Dipangkas jadi 15 Detik: FDC Dental Clinic Andalkan Vertex AI dan Gemini

CNBC Indonesia

Oct 6, 2026 · 09:49 · 1 min read

Rata-rata Waktu Booking Dokter Gigi Dipangkas jadi 15 Detik: FDC Dental Clinic Andalkan Vertex AI dan Gemini

Jakarta — Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia kembali menunjukkan akselerasi. Jaringan klinik gigi FDC Dental Clinic menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Google Cloud, yakni Vertex AI dan Gemini, untuk merombak proses pemesanan layanan ke dokter gigi melalui aplikasi resminya.

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia pada Senin (5/10/2026), integrasi tersebut terbukti memangkas waktu reservasi atau booking dokter gigi yang semula membutuhkan waktu sekitar satu jam lewat chatbot manual menjadi hanya 15 detik secara praktis melalui ponsel.

“Pertumbuhan FDC bukan hanya mengenai penambahan jumlah jaringan klinik kami yang terbesar saat ini di Indonesia,” ujar Founder and CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS. “Saat ini kami telah memberikan layanan di lebih dari 70 cabang, cabang yang baru dibuka di Bogor Darmaga, dengan target kami memiliki 100 cabang pada tahun 2026.”

Dia menambahkan bahwa aplikasi FDC kini telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna. Bahkan, FDC Dental Clinic menjadi percontohan untuk praktik penggunaan teknologi serupa di Singapura.

“Baru-baru ini kami satu-satunya perusahaan di Indonesia yang diundang ke Google Singapore untuk berbagi kisah sukses kami bersama para CEO perusahaan di Singapura, Jepang, Hongkong, dan negara lainnya,” kata drg. Ita.

“Kami sangat mengutamakan layanan yang mudah diakses, teknologi semakin relevan bagi pasien, dan ekosistem yang kami bangun dapat memberi dampak lebih luas,” pungkasnya.

Penerapan AI generatif di layanan kesehatan seperti ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi di sektor non-teknologi di Indonesia makin meluas — dari perbankan dan ritel, kini merambah layanan kesehatan dengan fokus pada pengalaman pasien yang lebih cepat, presisi, dan tanpa hambatan. Bagi industri telekomunikasi, lonjakan penggunaan aplikasi berbasis AI semacam ini juga menjadi sinyal pertumbuhan trafik data mobile yang akan terus membutuhkan penguatan jaringan akses dan backhaul di berbagai wilayah.

More from the newsroom

CNN Indonesia Oct 5, 2026 · 15:29

Jatuh dalam Dilema Keamanan, OpenAI Urungkan Rilis GPT-6.1 Astra di Tengah Gelombang Regulasi AI

CNN Indonesia Oct 5, 2026 · 08:19

Agility Luncurkan Robot Humanoid Digit 5 yang Bisa Bekerja Hingga 20 Jam Sehari di Samping Manusia

ANTARA News Oct 6, 2026 · 09:49

Pemerintah Gerak Cepat: Energi Hijau dan Infrastruktur Digital Jadi Mesin Ganda Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

CNBC Indonesia Oct 5, 2026 · 15:29

Boros Frekuensi: Rasio Spektrum Layanan Internet Rakyat 1.4 GHz Jauh Melampaui Operator Seluler