Back to newsroom

CoreData Center

Ancaman 'Potong Internet RI': Meutya Hafid Balikkan Narasi, Tekan Jalur Kabel Laut yang Melintasi Perairan Indonesia

CNN Indonesia

Oct 28, 2026 · 14:35 · 2 min read

Ancaman 'Potong Internet RI': Meutya Hafid Balikkan Narasi, Tekan Jalur Kabel Laut yang Melintasi Perairan Indonesia

Ketegangan digital antara Indonesia dan Singapura kembali mencuat setelah mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng, mengunggah infografis bertajuk "Indonesia's Internet Dependence on Singapore" yang mengklaim sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.

Dalam unggahan di akun X pada Minggu (25/10), Cheng menyertai infografis itu dengan pertanyaan singkat: "Cut?" atau "Potong?". Ia menggambarkan Singapura sebagai gerbang utama konektivitas internet global Indonesia melalui pusat data, layanan komputasi awan, dan kabel bawah laut.

Namun, ia kemudian menambahkan bahwa Singapura tidak akan melakukan pemutusan konektivitas tersebut. "Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini," tulisnya.

Respons Meutya Hafid

Menkomdigi Meutya Hafid merespons ancaman tersebut pada Selasa (27/10) melalui akun Instagram pribadinya. Meutya mengingatkan bahwa jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang terhubung ke Singapura tidak tiba-tiba mendarat di sana—sebagian besar melintasi perairan Indonesia.

"Kita tidak perlu geram. SKKL yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia," tulis Meutya.

Meutya juga menegaskan bahwa gangguan terhadap kabel laut tersebut akan berdampak besar terhadap konektivitas Singapura sendiri. "Jika terpotong atau dipotong, 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh," ujarnya.

Pasar Digital Indonesia Jadi Kunci

Meutya turut menyoroti peran pasar digital Indonesia bagi investasi perusahaan teknologi global di Singapura. Ia menyebut jumlah penduduk Indonesia 47 kali lipat lebih besar dibanding Singapura, dengan 267 juta masyarakat telah terhubung ke internet.

"Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura," tuturnya.

Meutya menutup dengan penekanan bahwa infrastruktur digital adalah kepentingan bersama yang harus dijaga bersama, bukan hanya untuk kedua negara tetapi juga untuk konektivitas global.

Konteks: Pemangkasan Gas Alam

Unggahan Cheng muncul di tengah sorotan atas kebijakan pemerintah Indonesia memotong pasokan gas alam ke Singapura. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemangkasan sebesar 31 BBTUD dari total ekspor 409,55 BBTUD masih berada di dalam batas kontrak minimum dan tidak melanggar perjanjian internasional.

Bahlil menjelaskan langkah itu diambil untuk mengantisipasi dinamika geopolitik, memastikan ketersediaan bahan baku industri dalam negeri, serta mengamankan ketahanan energi nasional di tengah potensi krisis energi global.

Implikasi bagi Industri Telekomunikasi

Isu ini mengingatkan kembali pada kerentanan infrastruktur konektivitas regional yang bergantung pada jalur kabel bawah laut. Bagi operator telekomunikasi di Indonesia, keberlanjutan layanan internasional tetap menjadi prioritas, sementara pemerintah terus mendorong diversifikasi rute kabel laut dan penguatan kapasitas backbone domestik untuk mengurangi ketergantungan pada titik transit tertentu.

More from the newsroom

CNN Indonesia Oct 28, 2026 · 14:35

Di Balik Layar BTS: XLSMART Andalkan AI untuk Menebas Energi hingga 40 Persen di Tengah Gelombang Trafik Data

CNBC Indonesia Oct 28, 2026 · 07:01

Dari Sewa Lahan ke Manufaktur Chip: Danantara Mau Rebut Nilai Tambah Industri Data Center dengan Proyek 1 GW

CNN Indonesia Oct 28, 2026 · 07:00

XLSMART Genjot Capex Rp20 Triliun, Taruh AI di Balik Layar Jaringan demi Pangkas Energi 40 Persen

CNBC Indonesia Oct 28, 2026 · 07:00

Di Balik Ambisi Sovereign AI: TelkomGroup dan Danantara Buka Pintu 190 Ribu UMKM ke Pasar Ritel Lewat PaDiSera