XLSMART Genjot Capex Rp20 Triliun, Taruh AI di Balik Layar Jaringan demi Pangkas Energi 40 Persen

Lonjakan konsumsi data di Indonesia kini membawa satu persoalan yang jarang terdengar di permukaan: biaya energi. Di tengah kebutuhan masyarakat akan koneksi yang lebih cepat dan kapasitas jaringan yang lebih besar, operator telekomunikasi dituntut menjaga konsumsi listrik tetap efisien—sebuah tantangan yang semakin nyata seiring masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI).
Kondisi inilah yang direspons XLSMART, operator hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren, dengan dua langkah sekaligus. Pertama, perusahaan menaikkan panduan capitalized capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun untuk menambah pengoperasian BTS, memperluas fiberisasi, mengembangkan layanan 5G, serta memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Kedua, operator tersebut menaruh AI di balik layar operasional jaringannya.
Menurut Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys, perkembangan AI, cloud, dan adopsi layanan digital membuat kebutuhan konektivitas berkualitas terus naik. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya bisa diukur dari jumlah BTS atau luas cakupan.
"Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah," kata Merza dalam media gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9) lalu.
AI sebagai Operator di Balik Layar
Logika di balik strategi ini cukup sederhana: BTS dan perangkat pendukungnya terus menyedot listrik, sementara trafik data tidak merata sepanjang hari. Jaringan yang mampu membaca pola trafik dan menyesuaikan penggunaan sumber daya secara dinamis berpotensi memangkas konsumsi energi saat kapasitas tidak dipakai maksimal.
XLSMART memanfaatkan AI untuk hal tersebut, antara lain melalui AI copilot di Network Operations Center (NOC) dan tim rekayasa lapangan guna membantu berbagai proses operasional jaringan. Kemampuan sistem membaca pola, memprediksi kebutuhan, dan menjalankan otomatisasi dinilai semakin krusial ketika volume data yang dikelola terus membengkak.
Di sisi lingkungan, XLSMART juga mengembangkan solusi X-Site yang memantau suhu di dalam perangkat BTS sekaligus mengontrol sistem pendingin secara otomatis.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART Shurish Subbramaniam menyebut pemanfaatan teknologi cerdas tersebut memberi dampak signifikan terhadap performa bisnis, terutama dalam menekan konsumsi daya listrik yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar industri telekomunikasi.
"Melalui inovasi ini, XLSMART mampu mengoptimalkan investasi, memangkas biaya operasional, serta mereduksi konsumsi energi secara signifikan hingga 40 persen pada berbagai sektor solusi yang kami kembangkan," ujar Shurish.
Tantangan Jangka Panjang
Perlu dicatat bahwa tujuan industri telekomunikasi ke depan bukan menghentikan pertumbuhan trafik data. Sebaliknya, kebutuhan layanan digital diproyeksikan terus naik seiring meluasnya penggunaan cloud, streaming, Internet of Things (IoT), 5G, dan AI.
Artinya, pekerjaan rumah operator justru memastikan setiap penambahan kapasitas jaringan diiringi pemanfaatan sumber daya yang semakin optimal. Konsolidasi infrastruktur pascamerger XL Axiata dan Smartfren menjadi bagian dari strategi itu, karena integrasi jaringan memungkinkan operator mengoptimalkan aset yang sudah dimiliki.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pertumbuhan digital tidak lagi sekadar seberapa besar trafik yang mampu dilayani sebuah jaringan. Efisiensi dalam menggunakan sumber daya kini menjadi parameter penting di tengah volume data yang terus membesar dan AI yang makin menyatu dengan aktivitas sehari-hari. Tantangannya bukan lagi membangun jaringan yang lebih besar, melainkan menghadirkan jaringan yang bekerja lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
More from the newsroom
CNN Indonesia Oct 28, 2026 · 14:35
Ancaman 'Potong Internet RI': Meutya Hafid Balikkan Narasi, Tekan Jalur Kabel Laut yang Melintasi Perairan Indonesia
CNN Indonesia Oct 28, 2026 · 14:35
Di Balik Layar BTS: XLSMART Andalkan AI untuk Menebas Energi hingga 40 Persen di Tengah Gelombang Trafik Data
CNBC Indonesia Oct 28, 2026 · 07:01
Dari Sewa Lahan ke Manufaktur Chip: Danantara Mau Rebut Nilai Tambah Industri Data Center dengan Proyek 1 GW
CNBC Indonesia Oct 28, 2026 · 07:00