Di Balik Layar BTS: XLSMART Andalkan AI untuk Menebas Energi hingga 40 Persen di Tengah Gelombang Trafik Data

JAKARTA -- Lonjakan konsumsi data yang didorong era kecerdasan buatan (AI) kini mengubah persoalan terbesar operator telekomunikasi. Bukan lagi seberapa besar jaringan yang dibangun, melainkan seberapa efisien jaringan itu bisa dijalankan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Kondisi tersebut diakui XLSMART sebagai tantangan nyata di lapangan. Semakin besar jaringan yang harus dioperasikan, semakin besar pula kebutuhan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya -- khususnya listrik yang menjadi beban operasional utama industri telekomunikasi.
AI Jadi 'Otak' Penghemat Energi
Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas dalam operasional memberikan dampak signifikan terhadap performa perusahaan.
"Melalui inovasi ini, XLSMART mampu mengoptimalkan investasi, memangkas biaya operasional, serta mereduksi konsumsi energi secara signifikan hingga 40 persen pada berbagai sektor solusi yang kami kembangkan," ujar Shurish.
Salah satu wujud nyatanya adalah X-Site, solusi yang mampu memantau suhu di dalam perangkat BTS sekaligus mengontrol sistem pendingin secara otomatis. Daripada mendinginkan seluruh ruangan sepanjang hari, sistem cukup bekerja sesuai kebutuhan aktual perangkat -- dan itu adalah titik di mana pemborosan energi paling sering terjadi.
AI juga diadopsi dalam bentuk AI copilot yang bekerja di Network Operations Center (NOC) dan membantu tim rekayasa lapangan. Teknologi ini memungkinkan sistem membaca pola trafik, memprediksi kebutuhan kapasitas, serta menjalankan otomatisasi operasional sehingga sumber daya dapat disesuaikan secara dinamis.
Lonjakan Trafik, Lonjakan Listrik
XLSMART sendiri menaikkan panduan capitalized capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun. Tambahan investasi tersebut dialokasikan untuk menambah pengoperasian BTS, fiberisasi, memperluas layanan 5G, serta memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya diukur dari jumlah BTS maupun luas cakupan jaringan.
"Pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia. Karena itu, kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah," kata Merza dalam Media Gathering XLSMART di Jakarta, Jumat (5/9) lalu.
Namun di balik ekspansi itu, XLSMART juga melakukan integrasi jaringan dan konsolidasi infrastruktur -- langkah pascamerger XL Axiata dan Smartfren -- untuk mengoptimalkan aset yang ada dan menghindari duplikasi.
Tantangan Ke Depan
Kebutuhan layanan digital diperkirakan terus meningkat seiring meluasnya penggunaan cloud, streaming, Internet of Things (IoT), 5G, dan AI. Pekerjaan rumah bagi operator bukan lagi sekadar menambah kapasitas, melainkan memastikan setiap penambahan itu diikuti pemanfaatan sumber daya yang semakin optimal.
"Pada akhirnya, efisiensi energi harus menjadi bagian dari kualitas pertumbuhan digital itu sendiri. Tantangannya bukan lagi sekadar membangun jaringan yang lebih besar, melainkan menghadirkan jaringan yang mampu bekerja lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan," demikian penuturan pihak XLSMART.
Sumber: CNN Indonesia (27 Oktober 2026)
More from the newsroom
CNN Indonesia Oct 28, 2026 · 14:35
Ancaman 'Potong Internet RI': Meutya Hafid Balikkan Narasi, Tekan Jalur Kabel Laut yang Melintasi Perairan Indonesia
CNBC Indonesia Oct 28, 2026 · 07:01
Dari Sewa Lahan ke Manufaktur Chip: Danantara Mau Rebut Nilai Tambah Industri Data Center dengan Proyek 1 GW
CNN Indonesia Oct 28, 2026 · 07:00
XLSMART Genjot Capex Rp20 Triliun, Taruh AI di Balik Layar Jaringan demi Pangkas Energi 40 Persen
CNBC Indonesia Oct 28, 2026 · 07:00