Back to newsroom

AIData Center

Dradjad Wibowo: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama AI, Bukan Sekadar Pengikut

ANTARA News

Oct 9, 2026 · 09:28 · 2 min read

Dradjad Wibowo: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama AI, Bukan Sekadar Pengikut

Jakarta (ANTARA) — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh puas menjadi pengikut dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI), melainkan harus naik kelas menjadi salah satu kekuatan utama di bidang tersebut.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam agenda Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026). "AI itu bisa menjadi source of technological, geopolitical, and economic power in the future. Jadi mau tidak mau kita harus bisa masuk bukan hanya mengikut, tapi juga bisa menjadi leading nation di situ," ujarnya.

Jangan Ulangi Kekeliruan Masa Lalu

Dradjad mengingatkan bahwa transformasi AI merupakan keniscayaan yang tak dapat dihindari. Ia menilai Indonesia dituntut untuk tidak mengulang kekeliruan di masa lalu, ketika berbagai inovasi justru ditolak dengan dalih kekhawatiran atas pergeseran atau pengurangan tenaga kerja.

Sikap resisten tersebut, menurutnya, terbukti membuat Indonesia kehilangan momentum strategis. Sementara itu, negara tetangga seperti Malaysia justru berhasil menangkap peluang tersebut dan berkembang menjadi hub teknologi yang maju.

"Pesan saya adalah we need to embrace new technology. Bukan hanya kita ikut, tapi kita kalau bisa ada di bagian depan, dan kita punya potensi untuk itu," kata Dradjad. Ia bahkan menilai Indonesia telah memiliki competitive advantages—bukan lagi sekadar comparative advantages—untuk masuk ke industri ini, setelah sejumlah investor menyampaikan pandangan serupa.

Manajemen Risiko yang Terukur

Meski demikian, Dradjad mengakui setiap lompatan teknologi baru selalu membawa risiko kegagalan yang wajib dikelola secara cermat melalui manajemen risiko yang terukur. Keberanian untuk menghadapi risiko itu, menurutnya, justru menjadi syarat mutlak agar Indonesia dapat berdiri di garis depan penguasaan teknologi.

"Tentu kita harus wise, mana yang kira-kira negatif kita kendalikan. Mana yang kira-kira misalnya contohnya perlu banyak air (untuk data center), kita hitung betul airnya untuk data center," katanya, merujuk pada kebutuhan sumber daya yang menyertai pembangunan pusat data AI.

Akselerator Target Pertumbuhan 8 Persen

Dradjad memaparkan bahwa transformasi digital harus diperkuat melalui pembangunan pusat data (data center), pengembangan AI, industri semikonduktor, serta peningkatan kapasitas talenta digital. Keempatnya ia sebut sebagai pendukung dan akselerator menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Di masa lalu pertumbuhan itu banyak didukung oleh sektor pertanian, kemudian naik ke industri, naik ke jasa, tapi ke depan ada internet of things. Ke depan ini akan didorong oleh data center, AI, semikonduktor. Kita jangan sampai ketinggalan kereta," tegas Wamenko Bidang Perekonomian itu.

More from the newsroom

CNN Indonesia Oct 9, 2026 · 08:57

Wamenko Dradjad Wibowo Ditugasi Pecahkan Teka-teki Air untuk Data Center AI: 'Nanti Saya Bicara Setelah Mulai Mengerjakan'

ANTARA News Oct 9, 2026 · 08:56

PLN Pasok Listrik Terbesar untuk Data Center: 511 MVA untuk Proyek DayOne di Batam

CNBC Indonesia Oct 9, 2026 · 08:56

Digital Realty Bersama Naikkan Raymond Yan Jadi President Director, Bidik Lonjakan Kebutuhan AI dan Interkoneksi di Indonesia

CNBC Indonesia Oct 9, 2026 · 08:56

Gelombang Penolakan Data Center Meluas ke Berbagai Negara, Investor AI Hadapi Risiko Baru