Startup AI Indonesia Dokai Didakuisisi StackBlitz: Teknologi AI Agentnya Ditanam ke Bolt.new untuk Pasar Enterprise

Jakarta – Ekosistem startup Indonesia mencatat satu lagi babak penting di industri kecerdasan buatan (AI). Startup AI lokal, Dokai, resmi diakuisisi oleh StackBlitz, perusahaan Amerika Serikat yang mengembangkan platform pembuatan aplikasi berbasis AI bernama Bolt.new.
Dalam akuisisi ini, teknologi AI agent yang dikembangkan tim Dokai di Indonesia akan diintegrasikan langsung ke dalam Bolt.new. Pendiri Dokai, Rio Atmadja, memastikan bahwa seluruh tim Dokai juga ikut bergabung dengan organisasi AI dan machine learning Bolt.new pasca-transaksi.
"Setelah akuisisi ini, tim Dokai bergabung dengan organisasi AI dan machine learning Bolt.new," ujar Rio Atmadja dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Perkuat Kemampuan AI Agent untuk Kebutuhan Enterprise
Menurut Rio, peran teknologi Dokai ke depan adalah memperkuat kemampuan AI agent di Bolt.new agar mampu menangani pekerjaan enterprise yang kian kompleks. Tak berhenti di sana, integrasi ini juga memungkinkan aplikasi yang dibangun pengguna di Bolt.new terhubung langsung dengan sistem perusahaan yang sudah berjalan, mulai dari CRM hingga data internal.
"Teknologi Dokai akan membantu memperkuat kemampuan AI agent Bolt.new dalam menangani pekerjaan enterprise yang semakin kompleks, sekaligus membantu aplikasi yang dibangun di Bolt.new terhubung dengan sistem perusahaan yang sudah digunakan pelanggan, mulai dari CRM hingga data internal," jelasnya.
Bolt.new: Bangun Aplikasi Full-Stack Tanpa Coding Konvensional
Bolt.new sendiri adalah platform pengembangan perangkat lunak berbasis AI yang memungkinkan pengguna membangun, menjalankan, hingga menerapkan (deploy) aplikasi web full-stack. Cakupan aplikasinya luas — dari yang sederhana seperti website dan landing page, hingga aplikasi bisnis yang kompleks.
"Yang sederhana seperti website dan landing page, hingga aplikasi bisnis yang sangat kompleks seperti aplikasi yang terhubung dengan database dan sistem perusahaan, customer portal, internal dashboard, SaaS, dan lain-lain," kata Rio.
Yang membedakan, pengguna cukup berinteraksi menggunakan bahasa sehari-hari tanpa perlu melakukan coding secara konvensional. Setelah aplikasi terbentuk, pengguna tetap bisa memberikan instruksi lanjutan kepada AI — menambah fitur, mengubah tampilan, menghubungkan database, hingga memasang sistem login dan pembayaran.
Pertumbuhan yang Cepat: ARR US$20 Juta dalam Dua Bulan
Pertumbuhan Bolt.new dilaporkan berlangsung sangat cepat sejak diluncurkan. Rio menyebut platform tersebut berhasil mencapai annual recurring revenue (ARR) sebesar US$20 juta — atau sekitar Rp356 miliar — hanya dalam waktu dua bulan. Momentum inilah yang membuat teknologi AI agent buatan tim Indonesia menjadi bagian penting dari strategi Bolt.new menjangkau segmen enterprise.
Bagi industri teknologi nasional, akuisisi ini juga menjadi sinyal bahwa talenta dan produk AI yang dibangun dari Indonesia mulai diperhitungkan dalam rantai nilai platform global. Dengan berlabuh ke dalam organisasi AI dan machine learning Bolt.new, tim Dokai kini mendapat panggung lebih luas untuk menyempurnakan teknologi AI agent mereka di pasar internasional.
More from the newsroom
ANTARA News Oct 6, 2026 · 09:49
Pemerintah Gerak Cepat: Energi Hijau dan Infrastruktur Digital Jadi Mesin Ganda Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
CNBC Indonesia Oct 5, 2026 · 15:29
Boros Frekuensi: Rasio Spektrum Layanan Internet Rakyat 1.4 GHz Jauh Melampaui Operator Seluler
CNBC Indonesia Oct 5, 2026 · 08:19
Indosat Restrukturisasi Bisnis Fiber Optik dengan Investor, Catat Keuntungan Rp1,64 Triliun
CNBC Indonesia Oct 6, 2026 · 09:49