Back to newsroom

AICloudMobile

Dapat Jatah Spektrum Baru, XLSmart Kerek Target Jangkauan 5G ke 101 Kota hingga Akhir 2026

CNN Indonesia

Oct 9, 2026 · 08:56 · 2 min read

Dapat Jatah Spektrum Baru, XLSmart Kerek Target Jangkauan 5G ke 101 Kota hingga Akhir 2026

Pembagian hasil lelang frekuensi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai dirasakan dampaknya di lapangan. XLSMART Telecom Sejahtera memanfaatkan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk menaikkan target jangkauan jaringan 5G-nya dari 88 kota menjadi 101 kota hingga akhir 2026.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menyatakan perusahaan bergerak cepat setelah mengantongi izin penggunaan spektrum baru. "Rencana kita di awalnya 88 kota. Kami masih berkomitmen atas hal itu, dan barusan ini kami setuju untuk melakukan ekspansi di 101 kota," ujarnya.

Pada lelang tersebut, XLSmart memperoleh blok 30 MHz (2x15 MHz) di pita 700 MHz dengan nilai penawaran Rp1,0602 triliun, serta 50 MHz di pita 2,6 GHz senilai Rp231,6 miliar. Kedua pita itu menjalankan fungsi berbeda: 700 MHz mendukung perluasan cakupan berkat karakteristik propagasi yang lebih jauh, sementara 2,6 GHz diarahkan untuk memperkuat kapasitas di wilayah dengan kebutuhan trafik tinggi. Pemanfaatan spektrum baru pun sudah dimulai pada Agustus 2026.

Hingga semester I 2026, XLSmart telah mengoperasikan layanan 5G di lebih dari 50 kota dengan sekitar 15 ribu BTS 5G, mencakup sekitar 23 persen populasi nasional. Ekspansi ke 101 kota menjadi kelanjutan dari capaian tersebut.

Group Head Corporate Communications XLSmart, Reza Mirza, menegaskan tambahan spektrum akan digunakan untuk memperluas cakupan sekaligus memperkuat kapasitas jaringan 4G dan 5G. "Tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan cakupan (coverage) dan juga memperkuat kapasitas jaringan (baik 4G & 5G)," kata dia.

Di sisi lain, penguatan konektivitas ini menjadi pijakan bagi layanan digital yang lebih luas. XLSmart, bekerja sama dengan Tencent Cloud, menyelesaikan migrasi cloud berskala besar. Fondasi itu kemudian dikemas ke dalam Esta Ecosystem, penawaran untuk pelanggan korporasi yang mengintegrasikan konektivitas 5G dengan layanan AI, data platform, cloud, keamanan siber, Industrial Internet of Things (IIoT), serta layanan terkelola.

"Kami tidak berhenti di konektivitas. Melalui ekosistem Esta, XLSmart for Business hadir di setiap lapisan kebutuhan digital perusahaan, dari konektivitas 5G, analitik visual, automasi layanan, hingga platform enterprise terintegrasi," tegas Reza.

Dengan demikian, tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi bagian dari rangkaian pembangunan infrastruktur digital yang lebih luas — memperluas 5G sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan cloud, AI, dan berbagai layanan digital korporasi di Indonesia.

More from the newsroom

CNBC Indonesia Oct 9, 2026 · 08:56

Peringatan Interpol: Agentic AI Beralih dari Ancaman Digital ke Ancaman Fisik, Bisnis Indonesia Butuh Ulang Strategi Pertahanan

ANTARA News Oct 9, 2026 · 08:56

UI Jajaki Kolaborasi Keamanan Siber dan AI dengan Positive Technologies Rusia, Bidik Pengembangan Talenta Digital Nasional

ANTARA News Oct 9, 2026 · 09:28

Dradjad Wibowo: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama AI, Bukan Sekadar Pengikut

CNN Indonesia Oct 9, 2026 · 08:57

Wamenko Dradjad Wibowo Ditugasi Pecahkan Teka-teki Air untuk Data Center AI: 'Nanti Saya Bicara Setelah Mulai Mengerjakan'