Back to newsroom

AISecurity

UI Jajaki Kolaborasi Keamanan Siber dan AI dengan Positive Technologies Rusia, Bidik Pengembangan Talenta Digital Nasional

ANTARA News

Oct 9, 2026 · 08:56 · 2 min read

UI Jajaki Kolaborasi Keamanan Siber dan AI dengan Positive Technologies Rusia, Bidik Pengembangan Talenta Digital Nasional

Jakarta — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) membuka penjajakan kerja sama dengan perusahaan keamanan siber asal Rusia, Positive Technologies, di bidang sains data, kecerdasan artifisial (AI), dan keamanan siber. Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa dan dosen Indonesia untuk lebih memahami praktik keamanan digital di level industri global.

Penjajakan tersebut difasilitasi oleh Sakuranesia Society, lembaga yang menjembatani diplomasi, pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Indonesia, Jepang, serta mitra internasional lain termasuk Rusia, Vietnam, dan Uzbekistan.

Titik Temu AI dan Keamanan Siber

Ketua Data Science Center (DSC) FMIPA UI, Prof. Alhadi Bustamam, menegaskan bahwa kedua disiplin ini kini sudah tidak bisa dipisahkan.

"Keamanan siber dan kecerdasan artifisial kini tidak bisa dipisahkan. Model AI membutuhkan data yang aman, sementara sistem keamanan modern makin bergantung pada AI untuk mengenali ancaman. DSC FMIPA UI ingin berkontribusi di titik temu ini," ujar Bustamam di Jakarta, Minggu (5/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan mitra industri internasional akan memperluas akses dosen dan mahasiswa terhadap studi kasus nyata serta praktik terbaik di bidang keamanan siber.

"Kami berharap penjajakan ini berujung pada riset bersama yang menghasilkan publikasi bermutu sekaligus solusi bagi persoalan keamanan digital di Indonesia," tambahnya.

Bustamam juga menyoroti bahwa kebutuhan terbesar Indonesia saat ini adalah ketersediaan talenta digital yang andal di bidang keamanan siber dan AI.

Positive Technologies Siap Bagikan Keahlian Praktis

Director International Channels and Educational Program Positive Technologies, Alexander Udalov, menyampaikan kesiapan perusahaannya untuk berbagi pengalaman dan keahlian praktis di bidang keamanan siber.

"Kebutuhan akan tenaga ahli keamanan siber tumbuh lebih cepat daripada ketersediaannya, termasuk di Indonesia. Kami ingin berbagi keahlian praktis, agar mahasiswa memahami cara serangan bekerja sekaligus cara menangkalnya," ujar Udalov.

Wadah Penerapan Ilmu untuk Kebutuhan Nyata

Lembaga Sains Terapan (LST) FMIPA UI, yang dipimpin Eko Waludi sebagai Kepala Unit Kerja Khusus (UKK), menjadi wadah penerapan ilmu dan hasil riset untuk kebutuhan nyata, termasuk kerja sama dengan pemerintah dan industri. Salah satu pusatnya, Data Science Center, bergerak di bidang ilmu data, kecerdasan buatan, dan bioinformatika.

Melalui inisiatif ini, Sakuranesia berharap dapat mendukung pengembangan talenta Indonesia sekaligus memperluas jejaring persahabatan dan kerja sama pendidikan serta riset antara Indonesia dan Rusia.

Langkah FMIPA UI ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem keamanan siber nasional di tengah pesatnya adopsi AI di berbagai sektor, termasuk telekomunikasi dan ekonomi digital.

More from the newsroom

CNBC Indonesia Oct 9, 2026 · 08:56

Peringatan Interpol: Agentic AI Beralih dari Ancaman Digital ke Ancaman Fisik, Bisnis Indonesia Butuh Ulang Strategi Pertahanan

CNN Indonesia Oct 9, 2026 · 08:56

Dapat Jatah Spektrum Baru, XLSmart Kerek Target Jangkauan 5G ke 101 Kota hingga Akhir 2026

ANTARA News Oct 9, 2026 · 09:28

Dradjad Wibowo: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama AI, Bukan Sekadar Pengikut

CNN Indonesia Oct 9, 2026 · 08:57

Wamenko Dradjad Wibowo Ditugasi Pecahkan Teka-teki Air untuk Data Center AI: 'Nanti Saya Bicara Setelah Mulai Mengerjakan'