Back to newsroom

AICloudData Center

Dari 100 GW Surya hingga Cloud Nasional: Danantara Jalin Ulang Energi sebagai Tulang Punggung Ambisi Digital Berdaulat

CNBC Indonesia

Nov 5, 2026 · 12:11 · 2 min read

Dari 100 GW Surya hingga Cloud Nasional: Danantara Jalin Ulang Energi sebagai Tulang Punggung Ambisi Digital Berdaulat

JAKARTA — Di tengah sorotan terhadap pusat data berkapasitas besar dan lumbung model kecerdasan buatan, Badan Pengelola Investasi Danantara membuka lembaran berbeda: sebuah portofolio investasi lebih dari 40 proyek yang memperlakukan energi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi dari seluruh ambisi teknologi nasional.

Pemaparan itu disampaikan Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10). Menurutnya, 40-an proyek tersebut tersebar di sejumlah sektor industri, mulai dari energi, pangan, kesehatan, pertanian, telekomunikasi, pertahanan dan maritim, hingga material maju.

Energi jadi titik berangkat

Di klaster energi, Danantara membeberkan daftar yang luas. "Kami memiliki banyak proyek di sektor energi, termasuk pengembangan tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt, konversi batu bara menjadi dimetil eter (DME) untuk mengurangi ketergantungan pada LPG yang selama ini disubsidi dalam jumlah besar," kata Sigit.

Di samping keduanya, ada proyek pembangkit listrik tenaga nuklir yang diarahkan menghadirkan energi bersih dan teknologi maju, pengembangan kilang, baterai kendaraan listrik, hingga pengolahan limbah menjadi energi.

Sinyalnya jelas: tanpa pasokan listrik yang besar dan andal, rencana komputasi skala nasional akan selalu terhambat pada soal daya. Dalam industri pusat data, listrik memang menjadi variabel penentu biaya dan keberlanjutan, sehingga penekanan pada energi surya, nuklir, dan konversi bahan bakar menjadi langkah yang membumikan ambisi digital.

Klaster telekomunikasi: AI berdaulat, cloud nasional, dan data center 1 GW

Di industri telekomunikasi, Danantara memetakan rangkaian proyek yang saling melengkapi. "Di industri telekomunikasi, kami mengembangkan kecerdasan buatan (AI) nasional yang berdaulat, e-commerce nasional, cloud nasional, pusat data berkapasitas 1 gigawatt, blockchain nasional, hingga sistem kepercayaan (trust systems) untuk teknologi digital," jelasnya.

Kombinasi tersebut menggambarkan satu benang merah: membangun ekosistem digital yang tidak semata bergantung pada vendor dan platform asing, melainkan berakar pada kemampuan, data, dan pasar dalam negeri. Cloud nasional dan AI berdaulat menjadi mesinnya, pusat data 1 GW menjadi tulang komputasinya, sementara blockchain dan trust systems menjadi lapisan kepercayaannya.

Material dan pertahanan melengkapi ekosistem

Portofolio itu tidak berhenti di digital. Di klaster advanced material, Danantara mengerjakan proyek material maju, termasuk unsur tanah jarang, tembaga, baja tahan karet, dan pelat baja, hingga berbagai material canggih lain. Di sektor pertahanan, maritim, dan kedirgantaraan, proyeknya merentang dari sistem canggih kelautan hingga peningkatan kapabilitas pertahanan. Sektor pangan dan kesehatan turut diliputi, termasuk produk farmasi biologis, vaksin, dan bahan baku obat-obatan.

Mengapa ini penting bagi industri telekomunikasi

Bagi pelaku telekomunikasi dan teknologi, pesan dari DTIIF 2026 adalah satu hal: kedaulatan digital Indonesia dibangun sebagai paket utuh, bukan proyek tunggal. Keandalan dan kelimpahan energi menentukan seberapa cepat data center 1 GW bisa beroperasi, seberapa kompetitif cloud nasional, dan seberapa jauh AI berdaulat bisa tumbuh. Dengan menjalin energi, komputasi, data, dan kepercayaan dalam satu portofolio, Danantara berupaya memastikan bahwa lonjakan kebutuhan daya dari ekonomi digital tidak menjadi titik lemah, melainkan fondasi pertumbuhan.

(Sumber: CNBC Indonesia, 26 Oktober 2026.)

More from the newsroom

KOMPAS Nov 5, 2026 · 12:11

Lahan Sudah Disiapkan, Kajian Air Jadi Ujian Proyek Pusat Data AI di Batang

ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:11

Empat Agenda Aksi Pasca-Bali Tech Week: Kemkomdigi Ubah Diskusi Jadi Peta Jalan Investasi dan Talenta AI

ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:11

Arupa dan Civo Luncurkan Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes di Jakarta, Data Tetap di Yurisdiksi Indonesia

ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:10

Dari 67 Mbps ke 100 Mbps: Menatap 2.000 Desa yang Masih Butuh Jalan Menuju Internet Cepat, dan Peran Spektrum 1,4 GHz