Lahan Sudah Disiapkan, Kajian Air Jadi Ujian Proyek Pusat Data AI di Batang

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan lahan untuk pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada prinsipnya sudah disiapkan. Namun, ia menekankan bahwa proyek itu masih berada dalam tahap kajian, dengan ketersediaan air menjadi salah satu variabel yang belum bisa dipastikan.
"Data center Batang, masih kajian, prinsip tempat disiapkan," ujar Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (19/10/2026).
Saat ditanya mengenai luas lahan yang dialokasikan, Luthfi menyebut tersedia sejumlah pilihan luasan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan fasilitas tersebut. Artinya, penentuan skala akhir proyek masih terbuka dan akan mengikuti hasil pemetaan teknis yang sedang berlangsung.
Kebutuhan air jadi titik kunci
Poin yang paling disorot adalah kebutuhan air. Pusat data AI membutuhkan sumber daya air untuk menunjang sistem operasional, termasuk pendinginan perangkat server. Padahal, besaran kebutuhan air serta dampaknya terhadap ketersediaan sumber daya air di sekitar kawasan industri belum dapat dipastikan.
Luthfi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan adanya potensi eksploitasi air sebelum hasil kajian tersebut keluar. "Belum (diketahui dampaknya terhadap kebutuhan air), namanya juga kajian, jangan disimpulkan," tegasnya.
ESDM siagakan pengawasan air tanah
Di sisi lain, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan mengawasi penggunaan air tanah untuk mendukung operasional pusat data AI yang direncanakan mulai dibangun di KITB pada 2027.
Pengawasan tersebut dimaksudkan untuk memastikan pengambilan air oleh industri tidak mengganggu akuifer, yaitu lapisan bawah tanah tempat air tersimpan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Langkah itu juga diperlukan untuk mencegah pembuatan sumur yang menghubungkan antarlapisan akuifer, kondisi yang berpotensi memengaruhi pasokan sumber air warga.
Dengan skema pengawasan tersebut, pembangunan pusat data AI di KITB diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah sekitarnya. Proyek ini menjadi salah satu cermin bagaimana ambisi infrastruktur komputasi dan AI di Indonesia kini tak hanya diuji dari sisi listrik dan konektivitas, tetapi juga dari daya dukung lingkungan yang menopangnya.
More from the newsroom
CNBC Indonesia Nov 5, 2026 · 12:11
Dari 100 GW Surya hingga Cloud Nasional: Danantara Jalin Ulang Energi sebagai Tulang Punggung Ambisi Digital Berdaulat
ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:11
Empat Agenda Aksi Pasca-Bali Tech Week: Kemkomdigi Ubah Diskusi Jadi Peta Jalan Investasi dan Talenta AI
ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:11
Arupa dan Civo Luncurkan Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes di Jakarta, Data Tetap di Yurisdiksi Indonesia
ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:10