Back to newsroom

AIData Center

Dirut Telkom: Fondasi Industri AI RI Ada di Konektivitas, Pusat Data, dan Gerbang Model, Bukan Sekadar Menjual AI per Unit

ANTARA News

Nov 5, 2026 · 12:10 · 3 min read

Dirut Telkom: Fondasi Industri AI RI Ada di Konektivitas, Pusat Data, dan Gerbang Model, Bukan Sekadar Menjual AI per Unit

Batam – Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Nanang Hendarno menegaskan bahwa peluang terbesar Indonesia dalam kecerdasan buatan bukan terletak pada penjualan AI per unit, melainkan pada pembangunan infrastruktur yang menopang penggunaan AI secara luas. Pernyataan itu ia sampaikan dalam plenary session bertajuk “The Next Industrial Wave: Which Technologies Will Create New Global Industries?” pada hari kedua Danantara Indonesia Technology and Innovation Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10).

“Peluang terbesar bukan sekadar menjual AI per unit, melainkan membangun infrastruktur yang menopang penggunaannya secara luas. Ketika biaya penggunaan semakin rendah, konsumsi dapat tumbuh lebih cepat,” kata Nanang dalam keterangan yang diterima di Batam, Kamis.

Realita di Balik Tren: Mayoritas Proyek AI Belum Membayar

Nanang memaparkan sejumlah data yang menggambarkan jarak antara ambisi dan realita adopsi AI. Menurut dia, 95 persen proyek percontohan AI generatif belum memberikan dampak terhadap laba-rugi perusahaan, dan hanya 25 persen perusahaan yang mencapai tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) sesuai harapan.

“Selain itu, baru 21 persen perusahaan yang mendesain ulang alur kerja untuk mengintegrasikan AI. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi perlu didukung biaya yang terjangkau, permintaan pasar, penyesuaian proses kerja, ekosistem mitra dan pengembang, serta kepastian standar dan regulasi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penurunan biaya penggunaan AI justru membuka peluang peningkatan konsumsi teknologi tersebut, sekaligus menaikkan kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung. Namun, adopsi AI harus diikuti perubahan proses bisnis agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.

Lima Bidang Pembentuk Industri Global Masa Depan

Berdasarkan analisis Telkom, terdapat lima bidang yang berpotensi membentuk industri global masa depan, yaitu konektivitas terintegrasi, pusat data AI berskala besar, infrastruktur kepercayaan digital, ekonomi berbasis agen AI (agentic economy), serta layanan otonom berbasis AI untuk sektor industri dan pemerintahan. Dua bidang pertama disebut menjadi kapabilitas inti Telkom, sementara tiga bidang lainnya dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan lebih jauh.

Angka-angka di Balik Infrastruktur Telkom

Untuk mendukung pengembangan industri tersebut, Telkom membangun infrastruktur konektivitas melalui kapasitas satelit sebesar 42,2 Gbps, jaringan serat optik dan kabel laut sepanjang lebih dari 211 ribu kilometer, serta 58 titik kehadiran internasional atau international Points of Presence (PoP).

Di sisi komputasi, NeutraDC mengoperasikan pusat data dengan kapasitas 48,4 megawatt (MW) di Indonesia dan Asia Tenggara per kuartal III 2026, dengan aspirasi memperluas kapasitas hingga satu gigawatt. “Pengembangan pusat data AI perlu diimbangi ketersediaan energi dan sistem pendinginan yang andal untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat,” kata Nanang.

Sementara itu, melalui ModelHub, Telkom menyediakan akses dan tata kelola berbagai model AI, baik model global, model berdaulat, maupun model yang dirancang untuk kebutuhan industri tertentu. Platform ini juga mendukung pengembangan aplikasi dan penerapan AI sesuai kebutuhan pengguna.

“Telkom membangun tiga fondasi utama untuk mendukung perkembangan industri AI, yaitu konektivitas terintegrasi, pusat data berskala besar, serta gerbang model AI dan pengembangan aplikasi,” ujar Nanang. Konektivitas berfungsi menghubungkan pengguna, pusat data menyediakan kapasitas komputasi, sedangkan ModelHub menghadirkan akses dan tata kelola model AI.

Sovereign Digital Technology dan Peluang UMKM

Penguatan ekosistem itu juga tercermin dalam peluncuran Sovereign Digital Technology TelkomGroup pada hari pertama DTIIF 2026. Inisiatif ini mencakup empat kapabilitas, yaitu AI Ready Data Center, AI ModelHub, National IoT Platform, dan PaDiSera, yang mengintegrasikan infrastruktur komputasi, pengembangan AI, konektivitas perangkat Internet of Things (IoT), serta perluasan akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Nanang menambahkan, pengembangan industri AI membutuhkan kolaborasi pemerintah, perusahaan telekomunikasi, pengembang teknologi, startup, dan pelaku usaha. Pemerintah berperan menyediakan kepastian regulasi termasuk soal kedaulatan data, sementara penyedia infrastruktur memastikan konektivitas dan komputasi berjalan andal. Ketersediaan talenta yang mampu mengembangkan dan mengintegrasikan AI juga dinilai krusial agar teknologi dapat diterapkan secara efektif.

Ia turut menekankan pentingnya investasi jangka panjang atau patient capital untuk membangun fondasi industri yang membutuhkan waktu sebelum menghasilkan keuntungan, dan perlu didukung ketersediaan energi, kepastian perizinan, serta penciptaan permintaan awal.

“Industri global berikutnya tidak hanya dibangun oleh pihak yang paling cepat mengadopsi teknologi, tetapi juga oleh mereka yang bersedia membangun fondasinya sebelum permintaan pasar terbentuk,” kata Nanang.

DTIIF 2026 berlangsung pada 26–28 Oktober dan mempertemukan pemerintah, BUMN, investor, pelaku industri, dan inovator untuk mendorong pengembangan teknologi, inovasi, serta investasi strategis.

More from the newsroom

CNBC Indonesia Nov 5, 2026 · 12:10

Maling BTS Bikin Internet Lumpuh, Menkomdigi Komitmen Perkuat Koordinasi dengan Polri Jaga Infrastruktur Telekomunikasi

KOMPAS Nov 5, 2026 · 12:11

Lahan Sudah Disiapkan, Kajian Air Jadi Ujian Proyek Pusat Data AI di Batang

CNBC Indonesia Nov 5, 2026 · 12:11

Dari 100 GW Surya hingga Cloud Nasional: Danantara Jalin Ulang Energi sebagai Tulang Punggung Ambisi Digital Berdaulat

ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:11

Empat Agenda Aksi Pasca-Bali Tech Week: Kemkomdigi Ubah Diskusi Jadi Peta Jalan Investasi dan Talenta AI