Back to newsroom

AccessService

Maling BTS Bikin Internet Lumpuh, Menkomdigi Komitmen Perkuat Koordinasi dengan Polri Jaga Infrastruktur Telekomunikasi

CNBC Indonesia

Nov 5, 2026 · 12:10 · 2 min read

Maling BTS Bikin Internet Lumpuh, Menkomdigi Komitmen Perkuat Koordinasi dengan Polri Jaga Infrastruktur Telekomunikasi

JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti maraknya gangguan infrastruktur telekomunikasi yang dipicu tindak kriminal, mulai dari pemutusan kabel untuk diperjualbelikan hingga pencurian perangkat base transceiver station (BTS). Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, yakni terputusnya akses internet dan layanan digital di sejumlah daerah.

Menkomdigi Meutya Hafid menyebut pemerintah siap mempererat koordinasi dengan kepolisian untuk menangani kejahatan yang mengancam infrastruktur digital tersebut. "Pada prinsipnya kami siap berkolaborasi dan berkoordinasi dengan lebih intens lagi dengan Polri, terkhusus di bawah pimpinan Pak Kapolri, Bapak Suyudi," ujar Meutya dalam konferensi pers di Markas Besar Polri, Selasa (27/10/2026).

Pencurian menara BTS di Tangerang

Kasus terbaru terungkap oleh tim Unit V Resmob Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, yang mengungkap pencurian perangkat menara BTS dengan nilai kerugian mencapai Rp481,6 juta. Pelaku, seorang pria berinisial DSA (37), telah diamankan.

Insiden terjadi di Jalan Kampung Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang. Pelaku dan rekannya berbagi peran; satu orang berjaga di luar pagar sebagai pengawas, sementara yang lain mengambil perangkat modul menara. Mereka bahkan sempat mengaku sebagai petugas provider yang sedang melakukan perbaikan, namun tak mampu menunjukkan surat tugas. Keduanya kemudian kabur menggunakan mobil.

Polanya berulang lintas daerah

Bukan pertama kalinya. Pada Juli lalu, Satreskrim Polres Banjar mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di menara BTS wilayah Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Seorang pria diamankan bersama barang bukti hasil kejahatan dan kendaraan yang diduga digunakan sebagai sarana pencurian, dari kejadian yang terjadi pada malam 20 Juli di menara TBG di Jalan Pasar Cindai Alus.

Ancaman bagi layanan publik

Keduanya menyoroti kerentanan menara BTS sebagai titik krusial jaringan akses. Karena perangkat menara umumnya menjangkau banyak pengguna sekaligus, pencurian modul menara bisa langsung memutus layanan pita lebar dan seluler di radius yang luas, membuat internet melumpuh sementara di wilayah terdampak. Di tengah lonjakan konsumsi data dan percepatan migrasi menuju layanan generasi baru, keamanan fisik infrastruktur akses pun menjadi perhatian, bukan hanya keamanan siber.

Pemerintah mendorong penegakan hukum yang lebih tegas sekaligus penguatan pengamanan fisik aset telekomunikasi agar gangguan serupa tidak lagi mengorbankan layanan publik di berbagai daerah. Koordinasi lintas kementerian dan aparat penegak hukum disebut menjadi kunci agar infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tulang punggung ekonomi digital tetap aman dan andal bagi 235 juta warga yang terhubung.

More from the newsroom

ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:10

Dirut Telkom: Fondasi Industri AI RI Ada di Konektivitas, Pusat Data, dan Gerbang Model, Bukan Sekadar Menjual AI per Unit

KOMPAS Nov 5, 2026 · 12:11

Lahan Sudah Disiapkan, Kajian Air Jadi Ujian Proyek Pusat Data AI di Batang

CNBC Indonesia Nov 5, 2026 · 12:11

Dari 100 GW Surya hingga Cloud Nasional: Danantara Jalin Ulang Energi sebagai Tulang Punggung Ambisi Digital Berdaulat

ANTARA News Nov 5, 2026 · 12:11

Empat Agenda Aksi Pasca-Bali Tech Week: Kemkomdigi Ubah Diskusi Jadi Peta Jalan Investasi dan Talenta AI