Back to newsroom

AIData Center

Kemenko Perekonomian Potong Kue AI Rp 7.202 Triliun: Empat Prioritas dari Tambahan 70 GW Listrik hingga 9 Juta Talenta Digital

CNBC Indonesia

Oct 26, 2026 · 09:03 · 2 min read

Kemenko Perekonomian Potong Kue AI Rp 7.202 Triliun: Empat Prioritas dari Tambahan 70 GW Listrik hingga 9 Juta Talenta Digital

Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memetakan besaran potensi kecerdasan buatan (AI) bagi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kontribusi AI terhadap produk domestik bruto Indonesia dapat mencapai US$360 miliar hingga US$400 miliar, atau sekitar Rp7.202 triliun (kurs Rp18.006/US$), pada 2030.

"Indonesia tidak hanya membutuhkan wacana tentang AI semata, melainkan eksekusi nyata dari strategi hingga dampak langsung. AI harus menjadi katalisator bagi produktivitas, daya saing industri, UMKM yang lebih kuat, lapangan kerja bernilai tambah tinggi, serta pelayanan publik yang lebih baik," ujar Airlangga dalam pidato kunci virtual pada The Artificial Intelligence Impact Summit 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Untuk mengejar potensi tersebut, pemerintah menyiapkan empat prioritas strategis yang diarahkan pada penguatan kedaulatan AI (Sovereign AI). Pertama, penguatan infrastruktur digital dan ketahanan energi. Pemerintah menyiapkan tambahan kapasitas listrik hingga 70 gigawatt (GW) melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, serta program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp). Penguatan pasokan energi ini ditujukan untuk menopang kebutuhan pusat data (data center) nasional yang terus berkembang, dengan kapasitas saat ini berada di kisaran 0,45 GW hingga 0,58 GW.

Kedua, pemenuhan kebutuhan 9 juta talenta digital pada 2030. Upaya ini ditempuh melalui program Beasiswa Digital Talent dan insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen untuk kegiatan pelatihan vokasi, serta kolaborasi dengan Danantara dan Arm. Lewat kerja sama dengan Arm, pemerintah menargetkan pelatihan 15.000 insinyur desain cip semikonduktor dalam kurun waktu tiga tahun.

Ketiga, percepatan adopsi AI di sektor manufaktur, rantai pasok, dan layanan publik. Implementasinya mencakup sistem perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS), logistik, perpajakan, hingga layanan kesehatan. Pemerintah menaruh andal pada basis digital domestik yang besar, yakni 229 juta pengguna internet dan 22 juta UMKM yang telah terdigitalisasi, serta mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi pusat riset dan komersialisasi teknologi.

Keempat, penguatan tata kelola AI dan kolaborasi global. Indonesia berpartisipasi sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), yang menurut Airlangga berpotensi membuka peluang investasi baru senilai US$8 miliar hingga US$12 miliar. Pemerintah juga memperkuat kerja sama Indonesia–Singapura melalui Project NUSA untuk memperluas akses terhadap teknologi AI yang aman dan tepercaya, sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja baru.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem AI nasional, sejumlah inisiatif turut diluncurkan, yakni AI.ID, KORIKA Claw, KORIKA Token, serta KORIKA Project NUSA. Inisiatif-inisiatif tersebut diarahkan untuk menyediakan instrumen praktis berbasis bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Airlangga menegaskan pemanfaatan AI di berbagai sektor harus mengutamakan keamanan, akuntabilitas, perlindungan publik, dan kepastian regulasi. Pemerintah berharap transformasi digital dan pengembangan AI menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai konteks, Airlangga menyebut ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai yang diproyeksikan mencapai US$100 miliar hingga US$130 miliar pada tahun ini.

More from the newsroom

ANTARA News Oct 26, 2026 · 09:03

Dari Surabaya hingga Manado: Telkom Angkat 'Monopoli' Jakarta-Batam sebagai Pusat Pertumbuhan Infrastruktur AI

CNBC Indonesia Oct 26, 2026 · 09:03

Meutya Hafid Tinjau NeutraDC di Bali Tech Week: TelkomGroup Kerek Kesiapan AI-Ready Data Center Demi Kedaulatan Digital RI

CNN Indonesia Oct 26, 2026 · 09:02

Kebutuhan Listrik Pusat Data RI Capai 20 GW, Pemerintah Bidik Batam-Karimun-Bintan Jadi Hub Baru

KOMPAS Oct 26, 2026 · 09:04

Di Balik Gemuruh 5G, Layanan 2G Masih Memegangi Spektrum 900 MHz yang Diidamkan Operator